Rissa Septiani Mulyana
- Rissa S M
- Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
- An ordinary girl who just want to learn about her life and her world..
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
30/11/12
Ada kalanya kita kewalahan saat
menghadapi berbagai ulangan dalam 1 hari. Misalnya saja, hari Rabu terpampang
jadwal ulangan Fisika yang njlimet,
Ekonomi yang sepaket dengan Kewirausahaan, plus
Pendidikan Kewarganegaraan yang materinya lagi ngebahas Dasar Negara dan
Konstitusi, waduuuhhh itu semua
membuat kita pusing bukan? Seolah punya balon besar di atas kepala kita yang
tak kunjung meledak! So, what should we
do to face it all? Tentunya kita harus mempunyai cara yang jitu untuk
mengatasi “kewalahan” tadi. Lets see!
Setiap
orang mempunyai karakter yang berbeda, tentunya mempunyai cara belajar yang
berbeda pula agar materi yang disampaikan oleh guru bisa benar-benar dipahami.
Ada si A yang lebih suka mengurung diri di kamar layaknya bersemedi agar bahan
ulangan untuk esok harinya bisa benar-benar ia pahami, ada juga si B yang lebih
suka berada di tengah-tengah keramaian agar ia bisa mengencangkan volume
suaranya yang sedang menghafal materi hingga ia benar-benar mengerti, sedangkan si C lebih suka melahap materi
sambil mendengarkan musik hingar-bingar, lain lagi dengan si D yang memilih
naik ke atap rumah lalu berdiam diri di sana dan membaca materi layaknya membaca
teks Proklamasi.
Hmmm apa pun caranya, yang terpenting
adalah bagaimana materi pelajaran bisa benar-benar kita pahami. Right? Jadi, carilah mana cara yang
tepat untukmu!
“Bebas
Pulsa” di sini bukan dalam artian gratis atau area tak berbayar, tapi lebih
dimaksudkan pada kenyamanan kita berada di tempat tersebut. Nyaman dalam hal
apa? Dalam belajar tentunyaaa... Carilah tempat yang sekiranya membuat kita
bisa belajar senyaman mungkin and make ur
own world! Bisa kita jadikan kamar tercinta menjadi lautan buku, atau
perpustakaan untuk yang suka ketenangan, atau mungkin di pinggir kolam agar
terdengar gemericik air yang menenangkan jiwa. Ada beragam opsi tempat yang
bisa membuatmu belajar senyaman mungkin. Terkait poin di atas pula, kenali cara
belajarmu lalu tentukan ‘tempat terindah’mu!
Ini nih
kebiasaan jelek yang membudaya di kalangan para pelajar yang punya segudang
aktivitas yaitu “SKS” singkatan dari “Sistem Kebut Semalam” dimana materi yang akan
menjadi bahan test atau ulangan dihafal dalam waktu semalam dengan kecepatan
ekstra. Sebenarnya sah-sah saja menggunakan cara seperti ini karena bisa jadi
kita masuk ke dalam tipe siswa yang mudah menghafal sesuatu, namun ada baiknya
hindari cara SKS karena bisa menimbulkan kita tidak memahami betul apa yang
kita pelajari. Pelajari materi secara rutin adalah salah satu solusi terbaik.
Alasan
mengapa praktik SKS banyak dilakukan para pelajar adalah karena tidak adanya
pengingat dalam keseharian belajarnya. Misalnya saja, si A baru tahu bahwa akan
ada ulangan Matematika satu jam pelajaran sebelumnya, hal yang gawat bukan?
Apalagi jika ia bukan tipe siswa yang mudah menyerap materi pelajaran. Bahkan
ada juga si B yang tidak tahu apa pun tugas untuk esok hari yang pada akhirnya
ia terpaksa mencontek tugas temannya.
Contoh
tersebut di atas adalah karena mereka
tidak punya “reminder/pengingat”
sehingga tak ada perencanaan apa saja yang harus dikerjakan, ada tugas apa saja
dalam 1 minggu ini, dll. Biasakanlah punya reminder
seperti task-list atau semacam agenda
agar kita tidak kewalahan dalam menghadapi banyak tugas atau ulangan seabreg
pun! Dengan adanya reminder, kita
menjadi lebih terarah untuk mengerjakan sesuatu dan bisa mengesampingkan hal-hal
yang sekiranya tak terlalu penting.
Fokuskan
pikiranmu dan kesampingkanlah hal-hal yang mengganggu konsentransimu. Fokuskan
juga materi yang akan dipelajari, jangan mencampuradukan materi hingga jadi
seperti ‘sayur lodeh’. Sulit sekali bukan, apabila kita membaca seabreg materi bahan ulangan tanpa satu
pokok bahasan yang terfokuskan? So, fokuskan pikiran dan materinya!
Step
terakhir adalah percayalah pada diri sendiri dan lakukan yang terbaik sesuai
kemampuanmu! Hasutan semacam membuat contekan atau open book saat ulangan hanya akan membuat pikiranmu buyar dan PD-mu
hilang! Jadi, percayalah bahwa apa pun hasilnya, itulah indikator kemampuanmu!
^_^
Label:
Belajar
|
0
komentar
“Belajar”,
sebuah kata klise yang biasanya langsung terkait dengan sekolah, seragam, alat
tulis, siswa, siswi, guru, buku, dan seluk beluk bernuansa ilmu dan ajar. Pada
dasarnya, belajar bukan hanya apa yang harus dilakukan di sekolah, melainkan
ada banyak media untuk kita belajar. Di lingkungan keluarga, masyarakat, di
mana pun bisa kita lakukan kegiatan belajar itu. Namun, sifatnya saja yang
berbeda, antara formal dan informal. Ada kalanya sebagian besar para pelajar
merasa bosan dengan suasana belajar di dalam ruang kelas yang monoton dan
mengundang kantuk.
Namun, di era
globalisasi ini, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah tidak sekadar interaksi
antara guru yang asyik dengan kapur dan papan tulis dengan murid yang terdiam membisu
di bangku masing-masing, tetapi telah menjadi interaksi yang
hangat antara guru dan murid secara komunikatif dan membangun rasa kekeluargaan
atau setidaknya mengurangi rasa bosan para siswa di kelas.
Seperti dengan
menggunakan LCD Proyektor sebagai media pembelajaran dimana guru menerangkan
materi ajar di depan komputer yang langsung terproyeksikan kepada para siswa.
Metode semacam ini terbilang cukup menarik karena tampilan materi ajar yang
tidak membosankan dengan beragam variasi warna (Powerpoint), namun menggunakan
metode ini akan terasa membosankan juga apabila guru hanya terfokus pada
komputer yang di hadapannya tanpa memerhatikan siswa yang seharusnya menjadi
objek utama. Seharusnsya, interaksi dengan siswa juga diperhatikan agar materi
yang tersampaikan benar-benar dapat dipahami tanpa mengundang rasa bosan para
siswa.
Ada metode lain
lagi seperti dengan membentuk “game” yang masih berhubungan dengan materi ajar
dan pemberian “reward” bagi kelompok atau individu yang memenangkan game tersebut. Metode ini terbilang
menarik karena siswa bisa terhindar dari rasa kantuk dan materi ajar bisa
tersampaikan dengan baik. Namun jika metode ini terlalu sering dilakukan, tak
baik juga untuk KBM.
Lain halnya
dengan KBM outdoor dimana para siswa
diajak untuk bercengkrama dengan alam (ciieee
bahasanyaaa :D) atau mengadakan KBM di luar kelas sehingga siswa tak akan
merasa jenuh dengan suasana kelas yang itu-itu saja. Bukankah lebih asyik
apabila beratapkan langit, beralaskan rumput nan hijau, ber-AC semilir angin
sepoy-sepoy. Materi ajar akan bisa tersampaikan dengan baik menggunakan metode
ini apabila sang guru juga mempunyai skill
mengajar yang mengasyikkan.
Pada dasarnya,
apa pun metode pembelajaran saat KBM yang digunanakan tidak menjadi masalah
selama proses pembelajaran tidak melenceng dari tujuan utama yakni mengajar dan
mendidik siswa.
Label:
Belajar
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)