Rissa Septiani Mulyana
- Rissa S M
- Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
- An ordinary girl who just want to learn about her life and her world..
30/11/12
“Belajar”,
sebuah kata klise yang biasanya langsung terkait dengan sekolah, seragam, alat
tulis, siswa, siswi, guru, buku, dan seluk beluk bernuansa ilmu dan ajar. Pada
dasarnya, belajar bukan hanya apa yang harus dilakukan di sekolah, melainkan
ada banyak media untuk kita belajar. Di lingkungan keluarga, masyarakat, di
mana pun bisa kita lakukan kegiatan belajar itu. Namun, sifatnya saja yang
berbeda, antara formal dan informal. Ada kalanya sebagian besar para pelajar
merasa bosan dengan suasana belajar di dalam ruang kelas yang monoton dan
mengundang kantuk.
Namun, di era
globalisasi ini, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah tidak sekadar interaksi
antara guru yang asyik dengan kapur dan papan tulis dengan murid yang terdiam membisu
di bangku masing-masing, tetapi telah menjadi interaksi yang
hangat antara guru dan murid secara komunikatif dan membangun rasa kekeluargaan
atau setidaknya mengurangi rasa bosan para siswa di kelas.
Seperti dengan
menggunakan LCD Proyektor sebagai media pembelajaran dimana guru menerangkan
materi ajar di depan komputer yang langsung terproyeksikan kepada para siswa.
Metode semacam ini terbilang cukup menarik karena tampilan materi ajar yang
tidak membosankan dengan beragam variasi warna (Powerpoint), namun menggunakan
metode ini akan terasa membosankan juga apabila guru hanya terfokus pada
komputer yang di hadapannya tanpa memerhatikan siswa yang seharusnya menjadi
objek utama. Seharusnsya, interaksi dengan siswa juga diperhatikan agar materi
yang tersampaikan benar-benar dapat dipahami tanpa mengundang rasa bosan para
siswa.
Ada metode lain
lagi seperti dengan membentuk “game” yang masih berhubungan dengan materi ajar
dan pemberian “reward” bagi kelompok atau individu yang memenangkan game tersebut. Metode ini terbilang
menarik karena siswa bisa terhindar dari rasa kantuk dan materi ajar bisa
tersampaikan dengan baik. Namun jika metode ini terlalu sering dilakukan, tak
baik juga untuk KBM.
Lain halnya
dengan KBM outdoor dimana para siswa
diajak untuk bercengkrama dengan alam (ciieee
bahasanyaaa :D) atau mengadakan KBM di luar kelas sehingga siswa tak akan
merasa jenuh dengan suasana kelas yang itu-itu saja. Bukankah lebih asyik
apabila beratapkan langit, beralaskan rumput nan hijau, ber-AC semilir angin
sepoy-sepoy. Materi ajar akan bisa tersampaikan dengan baik menggunakan metode
ini apabila sang guru juga mempunyai skill
mengajar yang mengasyikkan.
Pada dasarnya,
apa pun metode pembelajaran saat KBM yang digunanakan tidak menjadi masalah
selama proses pembelajaran tidak melenceng dari tujuan utama yakni mengajar dan
mendidik siswa.
Label:
Belajar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About this blog
Hello! welcome in my blog!
Selamat menikmati apa yang tersaji. Ditunggu komentarnya yaaa.... ^_^
Selamat menikmati apa yang tersaji. Ditunggu komentarnya yaaa.... ^_^
Clock
Followers
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar